Alhamdulillah, seruku dalam hati ketika aku sudah bangun dari
tidurku. Ternyata Allah SWT masih memberikan aku jiwa dan raga untuk
hidup dihari ini.
Hari ini adalah hari Kamis tanggal 04 April 2013. Tepat dihari ini
saatnya aku KulTuM (KuliahTujuhMenit), ini adalah istilah di
sekolahku untuk muridnya berkhutbah, akan tetapi hanya dalam waktu
tujuh menit. WOW. Yeah, itulah satu kata yang hanya bisa aku
katakan ketika teman sekelasku (Salshabilla Putri Amelia)
berkata bahwa aku dijadwalkan kultum pada hari Kamis. Pada saat itu
hari Senin 01 April 2013. Gugup yang pastinya sudah menyelimuti
diriku sejak hari itu. Bagaimana tidak? Dalam waktu tiga hari aku
harus mempersiapkan teks yang memuat tema ‘wanita’ dalam kisaran
waktu tujuh menit.
Dengan waktu yang termasuk mepet ini aku tetap membuat diriku
tenang. Aku nggak boleh gugup sedikitpun. Jangan-jangan entar
aku malah disangkain alay lagi. Setelah aku mengetahui hal
ini, sepulang sekolah aku meminjam laptop temanku untuk intenetan,
sejenak untuk mencari ide dan referensi teks kultum tersebut.
Sepulang sekolah aku mengikuti ekstrakulikuler dan disanalah aku bisa
meminjam laptop temanku.
Jadwalku dihari Senin itu termasuk “sangat padat”. Sepulang
ekstra sekitar pukul 17.00 WIB, tanpa mandi aku langsung membuka
laptopku dan membuat rangkuman dari referensi yang sudah aku dapatkan
di sekolah tadi. Sekitar pukul 18.15 aku pergi kerumah temanku
(Graciani Cahyadresta Dewanda) untuk ngeprint hasil
teksku tadi dan yang pasti aku sudah mandi *xixi*. Di rumah temanku
yang biasa dipanggil Dian ini aku mencoba mengobrol dengannya tentang
kegugupanku dan yang pastinya tentang PR diesok hari yang belum
sempat aku kerjakan.
W-O-W juga kan? Setidaknya, inilah hari dimana keberanianku akan
diuji. Hari Kamis. Aku sudah beberapa kali latihan dan semoga saja
hari ini aku diberkahi Allah SWT agar kultumku ini lancar. Amin.
Sudah delapan jam aku menjalani pelajaran di hari Kamis ini. Ada
pelajaran English Brekfast, biology, physics, and clinic. Pukul
15.00, sekitar 15 menit lagi acara kultum akan dimulai. Dan apakah
kalian tahu? Sekitar 20 menit sebelum jam 15.00, ada kejadian yang
sangatlah sial bagiku. Saat itu aku sedang latihan kultum didepan
salah seorang temanku (Permata Ayu). Mungkin karena aku
terlalu fokus memegang teksku itu “walaupun sebenarnya aku tidak
membacanya”, akhirnya teksku itu sobek ¾ bagiannya tepat ditengah.
Bagaimana jadinya? Jika saja semisal aku tidak lancar, aku pasti
membutuhkan teks itu, dan bagaimana caraku membacanya jika teks itu
sobek. Mungkin aku sudah hampir menangis dan nyerah hari itu.
Terlintas beberapa kali dipikiranku untuk kabur dari sekolah agar aku
dianggap tidak masuk hari ini. Oh no! kalau saja pikiran itu
terjadi aku pasti akan diskors *mungkin* atau masuk dalam tulisan
tangan BK (Bimbingan Konseling).
TIDAAAAAKK, ARGGGHHHH !!!
Dengan muka yang memelas, akhirnya temanku yang biasa dipanggil
Permata atau disingkat PA ini mengajakku ke Koprasi Sekolah. Setelah
sampai didepan koprasi, terlihat beberapa kakak kelas 8 cowok
menongkrong didepan pintu masuk. Yang jelas aku tidak akan
memilih jalan itu dan aku lewat pintu samping dan ternyata disana ada
kakak kelas 8 cewek yang juga nongkrong. Dengan terpaksa aku
melewati jalan itu, aku berkata,
“Permisi mbaaak,” awalnya aku berkata begitu dan PA
duluanlah yang melewati, aku berkata demikian lagi. Lalu? Satu kakiku
sudah terbebas dan satu kaki lainnya dijepit oleh kakak kelas itu.
Aku berkata lagi dan akhirnya dilepaskan saat salah satu dari mereka
berkata “Eh, kasihan looh.”
Hiiih mangkelno, umpatku dalam hati. Setelah membeli satu
isolasi aku kembali melewati jalan samping itu dan kakak kelas cewek
tadi berkata,
“Dek, nggak boleh lewat, 5000 dulu :p” terpaksa aku hanya
menjawab,
“Mbak, uangku tinggal 4000, ciyus deh”
“Nggak boleh lewat kalau gitu dek :p”
Aku hanya menunggu dengan sikap tegap, sedangkan PA sudah melewati
kakak kelas itu duluan. Terdengar sekali salah satu dari kakak kelas
itu berkata,
“Nggak usah dikasih jalan :p”
“Ayo ta mbaak, permiiiissssiiiii” Sudah hampir emosi aku
berkata seperti ini. Sampai akhirnya, kakak kelas yang menodongku
uang 5000 itu terjatuh dari dua anak tangga di koprasi itu, dan
disitulah aku langsung kabur dan bisa dibilang lari dari koprasi.
Ditengah jalan tepat didepan kelasku, kelas 7A, aku menambal teksku
yang sobek itu. Tiba-tiba …
TEEEEETTT, bel berbunyi sekali lalu adzan ashar terdengar. Makin
guguplah detak jantungku ini. Setelah sholat ashar, imam di masjid
sekolahku berkata,
“Silahkan yang kultum”
Akupun maju melewati shof perempuan dan shof laki-laki. Anehnya,
melewati shof-shof ini nggak membuatku gugup sekalipun karena
dari tadi aku berdo’a kepada Allah SWT agar aku diberikan
kelancaran diacara kultum perdanaku ini. Aku memulainya dengan salam
dan mengakhirinya juga dengan salam. Dan kalian tahu? Aku tidak
terlalu sering membaca teks itu, hanya sekali-kali saja tapi itu
sudah membuatku senang. Dan hari ini berakhir dengan kegugupanku yang
hilang entah kemana bersama seulas senyumku.
KATEGORI :
TRUE STORY
AKTOR/AKTRIS :
Wahyu Nur Syarafina