Sabtu, 06 April 2013

ChitChatCurcol (Sial’s Day)

         Alhamdulillah, seruku dalam hati ketika aku sudah bangun dari tidurku. Ternyata Allah SWT masih memberikan aku jiwa dan raga untuk hidup dihari ini.
Hari ini adalah hari Kamis tanggal 04 April 2013. Tepat dihari ini saatnya aku KulTuM (KuliahTujuhMenit), ini adalah istilah di sekolahku untuk muridnya berkhutbah, akan tetapi hanya dalam waktu tujuh menit. WOW. Yeah, itulah satu kata yang hanya bisa aku katakan ketika teman sekelasku (Salshabilla Putri Amelia) berkata bahwa aku dijadwalkan kultum pada hari Kamis. Pada saat itu hari Senin 01 April 2013. Gugup yang pastinya sudah menyelimuti diriku sejak hari itu. Bagaimana tidak? Dalam waktu tiga hari aku harus mempersiapkan teks yang memuat tema ‘wanita’ dalam kisaran waktu tujuh menit.
Dengan waktu yang termasuk mepet ini aku tetap membuat diriku tenang. Aku nggak boleh gugup sedikitpun. Jangan-jangan entar aku malah disangkain alay lagi. Setelah aku mengetahui hal ini, sepulang sekolah aku meminjam laptop temanku untuk intenetan, sejenak untuk mencari ide dan referensi teks kultum tersebut. Sepulang sekolah aku mengikuti ekstrakulikuler dan disanalah aku bisa meminjam laptop temanku.
Jadwalku dihari Senin itu termasuk “sangat padat”. Sepulang ekstra sekitar pukul 17.00 WIB, tanpa mandi aku langsung membuka laptopku dan membuat rangkuman dari referensi yang sudah aku dapatkan di sekolah tadi. Sekitar pukul 18.15 aku pergi kerumah temanku (Graciani Cahyadresta Dewanda) untuk ngeprint hasil teksku tadi dan yang pasti aku sudah mandi *xixi*. Di rumah temanku yang biasa dipanggil Dian ini aku mencoba mengobrol dengannya tentang kegugupanku dan yang pastinya tentang PR diesok hari yang belum sempat aku kerjakan.
W-O-W juga kan? Setidaknya, inilah hari dimana keberanianku akan diuji. Hari Kamis. Aku sudah beberapa kali latihan dan semoga saja hari ini aku diberkahi Allah SWT agar kultumku ini lancar. Amin.
Sudah delapan jam aku menjalani pelajaran di hari Kamis ini. Ada pelajaran English Brekfast, biology, physics, and clinic. Pukul 15.00, sekitar 15 menit lagi acara kultum akan dimulai. Dan apakah kalian tahu? Sekitar 20 menit sebelum jam 15.00, ada kejadian yang sangatlah sial bagiku. Saat itu aku sedang latihan kultum didepan salah seorang temanku (Permata Ayu). Mungkin karena aku terlalu fokus memegang teksku itu “walaupun sebenarnya aku tidak membacanya”, akhirnya teksku itu sobek ¾ bagiannya tepat ditengah. Bagaimana jadinya? Jika saja semisal aku tidak lancar, aku pasti membutuhkan teks itu, dan bagaimana caraku membacanya jika teks itu sobek. Mungkin aku sudah hampir menangis dan nyerah hari itu. Terlintas beberapa kali dipikiranku untuk kabur dari sekolah agar aku dianggap tidak masuk hari ini. Oh no! kalau saja pikiran itu terjadi aku pasti akan diskors *mungkin* atau masuk dalam tulisan tangan BK (Bimbingan Konseling).
TIDAAAAAKK, ARGGGHHHH !!!
Dengan muka yang memelas, akhirnya temanku yang biasa dipanggil Permata atau disingkat PA ini mengajakku ke Koprasi Sekolah. Setelah sampai didepan koprasi, terlihat beberapa kakak kelas 8 cowok menongkrong didepan pintu masuk. Yang jelas aku tidak akan memilih jalan itu dan aku lewat pintu samping dan ternyata disana ada kakak kelas 8 cewek yang juga nongkrong. Dengan terpaksa aku melewati jalan itu, aku berkata,
Permisi mbaaak,” awalnya aku berkata begitu dan PA duluanlah yang melewati, aku berkata demikian lagi. Lalu? Satu kakiku sudah terbebas dan satu kaki lainnya dijepit oleh kakak kelas itu. Aku berkata lagi dan akhirnya dilepaskan saat salah satu dari mereka berkata “Eh, kasihan looh.”
Hiiih mangkelno, umpatku dalam hati. Setelah membeli satu isolasi aku kembali melewati jalan samping itu dan kakak kelas cewek tadi berkata,
Dek, nggak boleh lewat, 5000 dulu :p” terpaksa aku hanya menjawab,
Mbak, uangku tinggal 4000, ciyus deh”
Nggak boleh lewat kalau gitu dek :p”
Aku hanya menunggu dengan sikap tegap, sedangkan PA sudah melewati kakak kelas itu duluan. Terdengar sekali salah satu dari kakak kelas itu berkata,
Nggak usah dikasih jalan :p”
Ayo ta mbaak, permiiiissssiiiii” Sudah hampir emosi aku berkata seperti ini. Sampai akhirnya, kakak kelas yang menodongku uang 5000 itu terjatuh dari dua anak tangga di koprasi itu, dan disitulah aku langsung kabur dan bisa dibilang lari dari koprasi. Ditengah jalan tepat didepan kelasku, kelas 7A, aku menambal teksku yang sobek itu. Tiba-tiba …
TEEEEETTT, bel berbunyi sekali lalu adzan ashar terdengar. Makin guguplah detak jantungku ini. Setelah sholat ashar, imam di masjid sekolahku berkata,
Silahkan yang kultum”
Akupun maju melewati shof perempuan dan shof laki-laki. Anehnya, melewati shof-shof ini nggak membuatku gugup sekalipun karena dari tadi aku berdo’a kepada Allah SWT agar aku diberikan kelancaran diacara kultum perdanaku ini. Aku memulainya dengan salam dan mengakhirinya juga dengan salam. Dan kalian tahu? Aku tidak terlalu sering membaca teks itu, hanya sekali-kali saja tapi itu sudah membuatku senang. Dan hari ini berakhir dengan kegugupanku yang hilang entah kemana bersama seulas senyumku.




KATEGORI : TRUE STORY
AKTOR/AKTRIS : Wahyu Nur Syarafina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

Explore and Discover with Finano Journalis ! :)